Ingin Suara merdu gunakan Tanaman Senggugu

Tanaman dengan nama latin Clerodendron Serratum L. Spr ini telah menjadi rahasia umum bahwa berkhasiat menjadikan suara lebih merdu. Tanaman ini memiliki karakteristik bunga berwarna ungu dan putih serta daun yang lancip, dengan tepian yang tidak rata atau bergerigi.

Dalam tradisi warga Imogiri, Bantul, Yogyakarta tanaman Senggugu ini banyak digunakan sebagai ekstraksi dalam pengobatan traditional gurah. Gurah merupakan pengobatan tradisional yang dilakukan dengan meneteskan ekstrak daun Senggugu (Clerodendron Serratum) ke mulut atau lubang hidung. Terapi ini sering dilakukan untuk para sinden dengan tujuan menjaga kualitas suara agar tetap merdu.

Tak hanya di Indonesia, lebih dulu india telah menjadikan tanaman Senggugu sebagai bahan pengobatan tradisional. Senggugu yang disebut bharangi dikenal efektif mencairkan lendir, sangat bermanfaat untuk mengobati masalah pernapasan seperti pilek, bronkhitis, asma bronchial, dan tuberkulosis.

Dalam pengolahannya, akar pohon Senggugu digilas hingga keluar busa, lalu disaring sampai diperoleh cairan yang jernih. Cairan inilah yang kemudian ditambahkan air matang untuk menjadi ramuan gurah. Ramuan tersebut ditetes ke hidung pasien oleh praktisi gurah. Posisi pasien juga harus tidur tengkurap tujuannya agar lendir yang dihasilkan dari mulut dan hidung mudah keluar.

Tak sendirian, biasanya Praktisi gurah ditemani oleh tukang pijat guna memijat pasien agar merasa santai, sekaligus untuk mengurangi rasa sakit pada hidung selama prosedur gurah yang berlangsung dalam waktu kurang lebih dua jam.

Seiring perkembangan zaman, kini ekstrak tanaman Senggugu tidak hanya dimanfaatkan melalui terapi gurah namun banyak produk-produk ekstraksi Senggugu yang diciptakan seperti teh gurah.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *